Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid melalui Kegiatan Keagamaan di Masjid Al-Muttaqin
Keywords:
Community empowerment, Mosque, ABCD, Community SatisfactionAbstract
Purpose: This study aims to analyze the implementation of a mosque-based community empowerment program conducted by students of the Community Service Program (KKN-MBKM) at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu at Al-Muttaqin Mosque, Panorama Subdistrict, Bengkulu City, and to measure community satisfaction with the implemented programs. Method: This community engagement activity employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which focuses on identifying and utilizing community assets. Data were collected through observation, interviews, documentation, and a Community Satisfaction Questionnaire (Societal Impact Index), and were analyzed using descriptive techniques. Findings: The results indicate that the community possesses heterogeneous yet harmonious social characteristics, with a high level of participation in religious activities. Various community assets, including physical, social, human, spiritual, and organizational assets, served as the primary foundation for the implementation of empowerment programs. The activities carried out included the Maghrib Qur’an Learning Program, Fardhu Kifayah training, Islamic commemorative events, Islamic movie gatherings, and community sports activities, all of which contributed positively to religious education, social cohesion, and community participation. The community satisfaction survey revealed an average score of 3.20 out of 4.00, equivalent to an 80% satisfaction level, which falls within the “good” category. Implications: Mosque-based community empowerment can serve as an effective strategy for optimizing the role of mosques as centers of worship, education, and social development. However, greater attention should be given to the sustainability and long-term transformation of programs to ensure that their benefits continue independently within the community.
References
Andri, A., Wahyuni, S., dan Kaisar, M. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis masjid: Studi pada Masjid Al-Mujahidin Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Al Quwwah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 15–24.
Anggraini, dkk. (2025). Pendampingan perizinan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Masjid Al-Furqon Penurunan Kota Bengkulu dengan metode Asset Based Communities Development (ABCD). Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 144–153.
Chotima, dkk. (2024). Meningkatkan partisipasi Remaja Islam Masjid (RISMA) Al-Muttaqin terhadap kegiatan keagamaan di Dusun II Pondok Kubang. Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(5), 589–593.
Janah, S., dkk. (2025). Kotak infak digital terintegrasi QRIS dalam pemberdayaan filantropi berbasis nilai sosial keagamaan di BMH Kediri. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat-UKK, 12–23.
Khairi, dkk. (2025). Penguatan sumber daya manusia dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(4), 86–97.
Kudus, R., Irfan, I., Ulum, F., Maria, E., dan Jamal, M. (2024). Optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan. Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas, 1(3), 187–194.
Maulana. (2019). Asset-Based Community Development: Strategi pengembangan masyarakat di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2), 259–278.
Meyshinta, N., Athallah, M. D., Syahputra, M. A., dan Marzuki, M. (2025). Pelatihan fardhu kifayah sebagai upaya peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat Desa Perkebunan Bukit Lawang. Journal of Human and Education (JAHE), 5(6), 9–17.
Muarif, dkk. (2025). Transformasi pendidikan pesantren melalui pembinaan keagamaan dan kegiatan kreatif di Ma’had Bahrul Huda Tuban melalui pengembangan komunitas berbasis aset (ABCD). Community Development Journal, 6(3), 4665–4672.
Nurpajriah, V., dan Sudrajat, A. (2023). Peningkatan mutu keagamaan anak usia sekolah melalui gerakan Maghrib Mengaji di Desa Palimanan Timur, Cirebon. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 11–20.
Pratama, dan Al-Amudi. (2025). Revitalisasi fungsi masjid melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam penguatan praktik keagamaan masyarakat Dusun Klepu, Desa Planjan, Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 205–214.
Rokhlinasari, dkk. (2025). Transformasi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Kabupaten Cirebon. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 29–37.
Susanti, dkk. (2026). Pemberdayaan masyarakat Desa Nanga Manday Kecamatan Bika Kabupaten Kapuas Hulu melalui pelatihan fardhu kifayah sebagai upaya penguatan literasi keagamaan dan kemandirian sosial. Journal of Community Dedication, 5(2), 323–345.
Toyibah. (2025). Revitalization training for TPQ through the Asset Based Community Development (ABCD) approach. Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat), 3(1), 275–288.
Wahab, dkk. (2024). Optimalisasi fungsi identitas tempat ibadah Muslimin melalui pendataan SKT masjid dan musholla. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 188–197.
Wajdi, dkk. (2024). Asset-Based Community Development: Leveraging local strengths for empowering communities: A bibliographic analysis. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 308–375.